Jawa Pos: Honda DBL With KFC: SMA Pradita Dirgantara Bidik Fantastic Four

roadshow dbl sma pradita dirgantara

BOYOLALI – SMA Pradita Dirgantara Boyolali jadi salah satu kekuatan di ajang Honda Developmental Basketball League (DBL) with KFC 2022 Central Java Series-South Region.

Di musim sebelumnya, sekolah ini memang gagal juara, namun jika melihat dari potensi pemainnya, bisa dibilang SMA Pradita Dirgantara siap membuat calon lawan melakukan aksi waspada tingkat tinggi andai bertemu mereka di panggung DBL nanti.

Salah satu capaian cukup baik mereka ciptakan di Liga Solo 2022 belum lama ini. Dimana tim basket putra SMA Pradita Dirgantara sukses jadi juara keempat di kompetisi ini.

Dalam roadshow Honda DBL with KFC ke sekolah setempat, kemarin (1/10), terlihat tim basket hingga siswa dari sekolah ini begitu antusias dan percaya diri tinggi jelang terjun di ajang DBL. Sepanjang acara roadshow, sorak ria tak henti-hentinya digelorakan sekolah ini.

Musim ini, SMA Pradita Dirgantara terjun dengan menerjunkan dua tim putra-putrinya. Kedua tim siap untuk menghadang siapapun lawannya dalam Honda DBL with KFC musim ini di Sritex Arena, yang akan mulai pada 6-15 Oktober mendatang.

“Tim putra kami sudah dua kali ikut DBL dan selalu terhenti di babak 16 besar. Pada 2019, kami kalah dengan juara Solo, SMA Warga. Kemudian pada DBL (2021) pada Januari lalu (2022), kami kalah dengan SMA Terang Bangsa Semarang yang sekaligus jadi finalis DBL musim itu,” ungkap Asisten Pelatih Tim Basket SMA Pradita Dirgantara Mikael Bagus.

Mikael menargetkan tim putra bisa melangkah lebih jauh dari musim sebelumnya. Untuk tim putri, tentu harapannya tim ini bisa membuat kejutan.

“Tim putri baru perdana ikut 5 on 5. Meskipun baru, saya tidak ragu karena mereka memiliki daya tangkap yang sangat baik,” ujarnya.

Mengingat persaingan DBL itu berat dan ketat, persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari. Mulai dari taktik, fisik, jam terbang, hingga mental bertanding. Namun, tombak percaya diri masih jadi pegangan utama bagi tim basket sekolah ini. Sebab, para pemainnya rata-rata baru ikut kompetisi basket pada waktu SMA. Artinya, mereka sama-sama merangkak dari 0 di cabor ini.

“Targetnya ya fantastic four dulu. Persiapan kami sebenarnya mepet. Karena akhir Juli baru mulai latihan. Tapi cukup berjalan baik karena kami bisa ikut event lokal di Solo. Jadi jam terbang anak bisa bertambah sekaligus bisa mengevaluasi kekurangan tim,” pungkas Mikael. (nis/nik)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top
Scroll to Top